
Tembilahan – Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, SE., MT., mengikuti rapat koordinasi virtual melalui Zoom Meeting bersama jajaran kepala daerah se-Indonesia. Agenda ini berfokus pada mekanisme pendistribusian bantuan hewan kurban dari Presiden RI, Prabowo Subianto, menyambut perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat digital Diskominfo Inhil, Tembilahan, pada Selasa (26/05/2026).
Saat mengikuti konferensi daring tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Inhil, Kabag Kesra, serta Kabag Prokopim Setda Inhil.
Dalam pengarahannya, Presiden menyalurkan total 38 ekor sapi kurban yang dialokasikan untuk 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota di seluruh penjuru tanah air, termasuk Kabupaten Indragiri Hilir. Proses distribusinya sendiri menerapkan dua metode, yakni disalurkan secara kolektif lewat pemerintah daerah serta didistribusikan langsung kepada tokoh masyarakat, institusi pondok pesantren, dan kelompok warga tertentu.
Seluruh hewan kurban yang dibagikan merupakan hasil budidaya para peternak domestik yang dipastikan telah lolos uji kelayakan kesehatan hewan sekaligus memenuhi syariat ibadah kurban. Melalui program ini, Kepala Negara berharap dapat memicu stimulus bagi perkembangan sektor peternakan lokal serta meningkatkan taraf kesejahteraan para peternak di daerah.
Merespons program tersebut, Bupati Indragiri Hilir mengutarakan rasa syukur mendalam sekaligus apresiasi yang tinggi atas perhatian yang diberikan oleh Presiden RI, H. Prabowo Subianto, kepada masyarakat Inhil.
"Alhamdulillah, momentum tahun ini menandai kali kedua bagi Kabupaten Indragiri Hilir dipercaya menerima bantuan sapi kurban dari Presiden. Atas kesepakatan bersama, hewan kurban dari Bapak Presiden H. Prabowo Subianto ini akan kita salurkan bagi masyarakat di wilayah Kotabaru, Kecamatan Keritang," jelas Bupati.
Bupati menambahkan, hewan kurban kepresidenan tahun ini merupakan jenis sapi Brangus dengan bobot fantastis mencapai kurang lebih 1 (satu) ton. Menariknya, sapi raksasa tersebut dibeli langsung dari hasil peternakan rakyat di internal Kabupaten Indragiri Hilir, yang dipilih secara selektif karena memiliki berat paling unggul serta rekam medis kesehatan yang sangat prima.
